
Kelmarin
Kita bertemu
Semalam
Kita berpisah.
Sobat
Begitu gelar
Kuberi padamu
Kerana dirimu terasa
Dekat di hatiku.
Dan
Erat dakapanmu
Membuatkan aku tersentak.
Mungkinkah engkau jua
Menganggap diriku
Sebagai sobatmu?
Yang pasti
Tiada jawapan
Untuk soalanku ini.
Kerana di antara kita
Belum pernah kata diungkap
Belum pernah kata ditafsir
Belum pernah kata dicapai
Saling sepakat mengaku
Kita berdua saling bersobat.
Selepas semalam
Kau di sana dan
Aku di sini
Namun dirimu
Tetap dekat di hatiku.
Dan di sini
Lewat desir angin
Yang berhembus dingin
Mengusik-ngusik jiwaku yang sayu.
Sobatku
Aku berdoa untukmu dan keluarga
Moga bahagia tetaplah kan menjadi milik kalian.
Kita bertemu
Semalam
Kita berpisah.
Sobat
Begitu gelar
Kuberi padamu
Kerana dirimu terasa
Dekat di hatiku.
Dan
Erat dakapanmu
Membuatkan aku tersentak.
Mungkinkah engkau jua
Menganggap diriku
Sebagai sobatmu?
Yang pasti
Tiada jawapan
Untuk soalanku ini.
Kerana di antara kita
Belum pernah kata diungkap
Belum pernah kata ditafsir
Belum pernah kata dicapai
Saling sepakat mengaku
Kita berdua saling bersobat.
Selepas semalam
Kau di sana dan
Aku di sini
Namun dirimu
Tetap dekat di hatiku.
Dan di sini
Lewat desir angin
Yang berhembus dingin
Mengusik-ngusik jiwaku yang sayu.
Sobatku
Aku berdoa untukmu dan keluarga
Moga bahagia tetaplah kan menjadi milik kalian.
3 ulasan:
Sauh dihela
Pukat ditarik
jauh dimata
Dekat dihati
Tak jarak bisa memisah
Tak masa bisa membelah
Tak ruang bisa menyekat
Kalaulah hati
Dah
Terpaut
Dari jauh
Doa tulusku
Buatmu
Sobat
Rabu malam nanti Insyaallah aku ada di KL kawan.
Terima kasih, Saudara Kabasaran. Menarik benar puisinya. Izinkan saya memasukkannya dalam entri di bawah label Puisi Sahabat, ya.
Ya, kalau ke KL, boleh dicari trilogi Bagaikan Puteri. Insya-Allah ada di kedai buku utama seperti Kinokuniya di KLCC ataupun MPH. Ataupun kalau ada masa terluang, boleh terus ke Pesta Buku di PWTC.
Catat Ulasan