Sabtu, 14 Februari 2009

Bonda di Kanvas Dunia

Di celah-celah kanvas dunia
Ditemani desir angin yang tidak sehala
Dia berbual mesra dengan Bonda.

Dia bertanya kepada Bonda
''Siapakah yang dituntut untuk berjuang demimu?''

Bonda menjawab dalam kepiluan
''Bonda meniti waktu di pertengahan abad usia.
Sesiapa sahaja yang merasakan dia anak Bonda
maka berjuanglah kalian tanpa mencalar mengaib
wajah Bonda. Berjuanglah kalian agar maruah
Bonda tidak tergadai. Jiwa Bonda kian terabai.
Jiwa Bonda jadi debat.
Mengertilah anak-anakku!
Jiwa Bonda jiwa kalian jua.
Jiwa Bonda jiwa kalian jua.
Jiwa Bonda jiwa kalian jua.
Usah biar Bonda terus-terusan
menjadi saksi kisah semalam yang diulang dan diulang.
Bonda bermohon setulus rasa
Moga Ilahi menganugerahi hidayah dan taufikNya
ke atas kalian duhai permataku.''

2 ulasan:

  1. it is really nice poem .. ungkapan kasih anak pada bundanya dan ungkapan sayang bunda pada turunan tersayangnya .

    Bundaku ,
    Dalam manis dan lezatnya kehidupan
    Cintamu ada dalam syukurku
    Dalam pahit dan getirnya kehidupan
    Kasihmu ada dalam Sabarku
    Dalam sulit dan berlikunya jalan
    Kompasmu ada dalam pikiranku
    Dalam gesekan dan benturan pergaulan
    Bijakmu ada dalam hatiku
    Adakah cinta yang melebihi cinta sang bunda ?
    Adakah kasih yang melebihi kasih sang bunda ?
    Tidak seperti sang matahari yang masih menyisakan malam
    Tidak seperti sang udara yang masih mengosongkan ruang hampa
    Tidak seperti samudra yang masih menghamparkan daratan
    Cintamu adalah sejati-jatinya cinta
    Kasihmu adalah sebenar-benarnya kasih
    Dalam darahku mengalir darahmu
    Dalam dagingku menempel dagingmu
    Dalam pikiranku menumpuk pintarmu
    Dalam hatiku menggunung bijakmu
    Harimu adalah hari-hari ku
    Dalam kasih ku ada kasih mu
    Tak satupun mampu memisahkannya
    Tidak jarak, tidak waktu dan tidak juga dimensi
    Setiap hari adalah hari-hari mu ,Bunda

    BalasPadam
  2. KABASARAN
    Indah sekali puisinya.

    BalasPadam